Sabtu, 22 Juni 2013

Terjang Aku Lagi

kanfas ku hampa, terjang aku lagi wahai kau peri warna

pulanglah pada arah hujan tempatku sembunyi bertahan

bunga dan suara gelap berdering ketakutan

kau pegang pertengkaran dimana hebat menyebutnya mantan

kita masih setengah mendayung

kau malah memaksa menepi

takjub , pelukmu melemah

air terjun di pipi beraroma asin adalah ketulusan

kita masih jauh...

masih di pelabuhan Ego

kita harus melewati Perbedaan, memahami lalu Percaya,

cemburu adalah hati yg Gelap Gulita

aku Bosan Menunggu...

nurani ku d teror pagi...

Nyanyian kosong di balik sayap bidadari

padam...

mati meregang

lalu pergi... lalu sunyi.. kemudian sepi.. lalu apa ?

Entahlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar