Terjang Aku Lagi
kanfas ku hampa, terjang aku lagi wahai kau peri warna
pulanglah pada arah hujan tempatku sembunyi bertahan
bunga dan suara gelap berdering ketakutan
kau pegang pertengkaran dimana hebat menyebutnya mantan
kita masih setengah mendayung
kau malah memaksa menepi
takjub , pelukmu melemah
air terjun di pipi beraroma asin adalah ketulusan
kita masih jauh...
masih di pelabuhan Ego
kita harus melewati Perbedaan, memahami lalu Percaya,
cemburu adalah hati yg Gelap Gulita
aku Bosan Menunggu...
nurani ku d teror pagi...
Nyanyian kosong di balik sayap bidadari
padam...
mati meregang
lalu pergi... lalu sunyi.. kemudian sepi.. lalu apa ?
Entahlah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar